Saturday, February 17, 2007

Ekonomi Islam dalam Teori Ekonomi Modern

Barat adalah kiblat ilmu pengetahuan dari kebanyakan kita, termasuk para ilmuwan muslim. Tapi tahukah kita, di awal perkembangannya, ternyata banyak ilmuwan Barat yang terinspirasi (baca: mencontek) dari penemuan ilmuwan muslim klasik? Di bawah ini adalah tulisan Ir. Adiwarman A. Karim, S.E., M.B.A, M.A.E.P seorang tokoh ekonomi Islam terkemuka Indonesia berjudul: Ekonomi Islam dalam Teori Ekonomi Modern yang saya ketik ulang dari buku beliau: Ekonomi Islam Suatu Kajian Kotemporer. InsyaAllah tulisan Bang Adi ini bisa membakar semangat kita untuk kembali membangkitkan tradisi keilmuan Islam di bidang apa pun seperti ekonomi, kedokteran, perfilman, teknologi, maupun bidang-bidang lainnya. Amin Ya Rabbalalamin.

Teori ekonomi Islam sebenarnya bukan ilmu baru atau sesuatu yang diturunkan secara mendasar dari teori ekonomi yang ada sekarang. Sejarah membuktikan para pemikir Islam merupakan penemu atau peletak dasar semua bidang ilmu. Berikut ulasan bagaimana peranan ekonomi Islam dalam teori ekonomi modern.

Para ekonom muslim sendiri mengakui, mereka banyak membaca dan dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Aristoteles (367-322 SM) sebagai filsuf yang banyak menulis masalah ekonomi. Namun, mereka tetap menjadikan Qur’an dan hadits sebagai rujukan utama dalam menulis teori-teori ekonomi Islam.

Schumperter menyebut dua kontribusi ekonom Scholastic, yaitu: (1) penemuan kembali tulisan-tulisan Aristoteles dan (2) towering achievement St. Thomas Aquinas. Schumperter hanya menulis tiga baris dalam catatan kakinya nama Ibnu Sina dan Ibnu Rusyd dalam kaitan proses transmisi pemikiran Aristoteles kepada St. Thomas.

Pemikiran ekonomi St. Thomas sendiri banyak yang bertentangan dengan dogma-dogma gereja sehingga para sejarawan menduga St. Thomas mencuri ide-ide itu dari para ekonom Islam. Adapun proses pencurian terjadi dalam berbagai bentuk.

Pada abad ke-11 dan ke-12, sejumlah pemikir Barat seperti Constantine the African, Adelard of Bath melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Mereka belajar bahasa Arab dan melakukan studi serta membawa ilmu-ilmu baru ke Eropa. Contohnya, Leonardo Fibonacci atau Leonardo of Pisa belajar di Bougie, Aljazair pada abad ke-12. Ia juga belajar aritmatika dan matematika Al-Kawarizmi dan sekembalinya dari sana ia menulis buku Liber Abaci pada 1202.

Raymond Lily (1223-1215) yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara Arab mendirikan 5 universitas yang mengajarkan bahasa Arab sehingga banyak yang kemudian menerjemahkan karya-karya ekonom Islam. Di antara penerjemah tersebut adalah Adelard of Bath, Constantine the African, Michael Scol, Herman The German, Dominic Gundislvi, John of Serville, Plato of Tivoli, William of Luna, Robert Chester, Gerard of Cremona, Theodorus of Antioch, Alfred of Sareshel, Berenger of Valencia, dan Mathew of Aquasparta.

Sementara itu, di antara para penerjemah Yahudi adalah Jacob of Anatolio, Jacob ben Macher Ibn Tibbon, Kalanymus ben Kalonymus, Moses ben Solomon of Solon, Shem-Tob ben Isaac of Tortosa, Salomon Ibnu Ayyub, Todros Todrosi, Zerahiah Gracian, Faraj Ben Salim, dan Yaqub ben Abbon Marie.

Adapun karya-karya ekonom muslim yang diterjemahkan adalah Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, Ibnu Rusd, Al-Khawarizmi, Ibnu Haitham, Ibnu Hazm, Jabir Ibnu Hayyan, Ibnu Bajja, Ar-Razi.

Beberapa institusi ekonomi yang ditiru oleh Barat dari dunia Islam antara lain syirkah (serikat dagang), suftaja (bills of exchange), hiwala (letters of credit), dar-ut Tiraz (pabrik yang didirikan dan dijalankan oleh negara) di Spanyol, Sicilia, Palermo, dan ma’una (sejenis private bank) dikenal di Barat sebagai Maona.

Beberapa pemikiran ekonomi Islam yang dicuri tanpa pernah disebut sumber kutipannya antara lain:

[1] Teori Pareto Optimum diambil dari kitab Nahjul Balaghah Imam Ali.

[2] Bar Hebrareus, pendeta Syriac Jacobite Church menyalin beberapa bab Ihya Ulumuddin Al-Ghazali.

[3] Gresham Law dan Oresme Treatise diambil dari kitab Ibnu Taimiyah.

[4] Pendeta Gereja Spanyol Ordo Dominican Raymond Martini menyalin banyak bab dari Tahafut al-Falasifa, Maqasid al-Falasifa, al-Munqid, Mishkat al-anwar, dan Ihya-nya Al-Ghazali.

[5] St. Thomas menyalin banyak bab dari Al-Farabi (St. Thomas yang belajar di Ordo Dominican mempelajari ide-ide Al-Ghazali dari Bar Hebraeus dan Martini).

[6] Bapak Ekonomi Barat, Adam Smith (1776 M), dengan bukunya The Wealth of Nation diduga banyak mendapat inspirasi dari buku Al-Amwal nya Abu Ubaid (838 M) yang dalam bahasa Inggrisnya adalah persis judul bukunya Adam Smith, The Wealth.

Banyak dari teori-teori ekonomi modern yang merupakan hasil curian dari pemikiran ekonomi Islam. Oleh karena itu, sikap umat Islam terhadap ilmu-ilmu dari Barat, termasuk ilme ekonomi, adalah la tukadzibuhu jamii’a wala tushahibuhu jamii’a. Maka ekonom Islam tidak perlu terkesima dengan teori-teori ekonomi Barat. Ekonom Islam perlu mempunyai akses terhadap kitab-kitab klasik Islam. Fuqaha (Ahli Fikih) Islam perlu mempelajari akan teori-teori ekonomi modern agar dapat menerjemahkan kondisi ekonomi modern dalam bahasa kitab klasik Islam.

Tulisan Bang Adi di atas memang hanya menyoroti pencurian ilmu pengetahuan di bidang ekonomi. Namun karena ilmuwan Islam klasik memiliki spektrum ilmu yang luas – dari kedokteran, astronomi, sosiologi, matematik sampai optik – maka saya takkan heran bila skala pencurian Ilmuwan Barat dari karya-karya pemikir Islam ternyata jauh lebih besar lagi.

Ucapan terimakasih atas kunjungan dan komentarnya: Rudi Kiswanto; Arman; Ibnu; Andika Dj.

Wallahualam Bissawab.

3 comments:

NiLA Obsidian said...

mmmmm...ternyata gitu toh?
kadang kita sbg org islam suka minder ya sama penemuan2 barat...
eh taunya.....mereka nyontek juga sama kita......

Sukron Ali said...

betul sekali! qt tak perlu terlalu takjub akan segala pnemuan dari barat karn pd dsarnya smw ilmu sumber'y dari umat islam,umat yang terbaik. Buku2 karya ilmuan islam banyak yg dicuri dan perpustakaan umat islam banyak yg dibakar saat terjadinya perang salib.
Fackyou yahudi nasrani!!!
dasar maling tak tau malu kau!!!
kau terlalu memanjakan dirimu sendiri dg karya bukan milikmu!! dasar maling tak tau malu!!!
bangsat!!!
Allahuakbar!!! tegakkan dan rebut kembali khilafah islamiyah di bumi Allah ini.

UII OFFICIAL said...

Terimakasih Infonya
sangat bermanfaat..
Perkenalkan saya mahasiswa Fakultas Ekonomi di UII Yogyakarta
:)
twitter : @profiluii